Banjir Pekerjaan, Winky Wiryawan Malah Sempat Berhenti Nge-DJ

Banjir Pekerjaan, Winky Wiryawan Malah Sempat Berhenti Nge-DJ : Sebagai salah satu DJ populer di Tanah Air, tak heran bila Winky Wiryawan kebanjiran tawaran pekerjaan. Namun justru karena hal ini, ia lantas sempat memutuskan untuk berhenti. ( house musik )

“Kenapa gue dulu mau berhenti dulu karena waktu itu gue seminggu main bisa sampai delapan kali. Bayangin enggak, seminggu aja ada tujuh hari berarti sehari bisa ada dua,” kata Winky Wiryawan saat ditemui di Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (5/8/2018).

Merasa pekerjaannya terlalu banyak, pria kelahiran Bandung ini memutuskan berhenti nge-DJ karena merasa lelah.

“Sampai gue ngerasa cape juga ya. Rutinitas ini cukup lelah. Even gue mikir gue kayaknya harus istirahat deh,” tutur Winky Wiryawan.

Tak hanya itu, ia juga melihat bahwa usianya kini tak lagi muda. “Waktu itu gue main sama Dhipa Barus dan beberapa yang lagi rising namanya, terus gue tanya umur berapa lo? Rata-rata 20 tahun di bawah gue, ada yang 18 tahun, 20 tahun. Padahal gue udah 40 tahun,” tuturnya.

Libur Sambil Ibadah

“Gue mikir harus ada waktu buat diri gue sendiri. Batin gue pengin libur dulu, ibaratnya gitu. Tapi libur ke arah yang ibadah. Gitu. Bukannya gue lari, nggak,” tutur Winky.

Alhasil, saat beristirahat nge-DJ ,Winky memilih untuk berangkat umrah bersama sang istri, Asmara Siswandari.

Perkembangan Musik Dari Zaman Ke Zaman

Perkembangan Musik Dari Zaman Ke Zaman : Musik sudah ada sejak zaman dimana manusia pertama kali hadir. Perkembangan seni musik sangat pesat dikarenakan banyaknya penemuan-penemuan baru terutama di bidang kebudayaan. Hal ini membuat sejarah seni musik harus dibagi menjadi beberapa zaman untuk mempermudah mengetahui perkembangan seni musik. Sejarah seni musik dapat dibagi menjadi enam zaman. Yaitu zaman prasejarah, abad pertengahan, zaman Barok dan Rokoko, zaman klasik, zaman romantik, dan zaman modern. ( house musik )

Musik Zaman Prasejarah

Musik sudah dikenal sejak kehadiran manusia Homo sapiens yaitu sekitar 180.000 hingga 100.000 tahun yang lalu. Tidak ada yang mengetahui siapa manusia yang pertama kali mengenal seni musik. Alat musik yang tertua adalah flute yang dibuat dari tulang yang telah dilubangi. Biasanya berasal dari tulang paha beruang. Flute tersebut diduga dibuat pada 40.000 tahun yang lalu. Koleksi alat musik zaman purba paling banyak ditemukan di Cina yang berasal dari tahun 7000 sampai 6600 sebelum masehi. Prasasti yang berisi lagu Hurrian yang bertanggal 1400 SM merupakan notasi musik tertua yang pernah dicatat.

Musik Abad Pertengahan

Pada abad pertengahan (476-1572 M) seni musik kebanyakan digunakan untuk kepentingan kegiatan agama Kristen. Namun, setelah adanya berbagai penemuan-penemuan baru dalam segala bidang, fungsi musik juga berkembang tidak hanya untuk kegiatan agama. Pada zaman renaisance (1500-1600) muncul musik percintaan dan keperwiraan. Pada zaman ini musik Gereja mengalami kemunduran. Alat musik piano dan organ juga ditemukan pada zaman ini. Komposer yang hidup pada zaman ini adalah Léonin, Pérotin, dan Guillaume de Machaut.

Musik Zaman Barok dan Rokoko

Pada zaman Barok dan Rokoko (1600-1750) penggunaan ornamentik (hiasan musik) makin marah. Namun, pada musik Barok penggunaannya dilakukan secara spontan sedangkan pada musik Rokoko penggunaannya dicatat dan diatur. Tokoh seni musik terkenal pada zaman ini adalah Johan Sebastian Bach. Beliau adalah pencipta musik koral untuk khotbah Gereja dan pencipta lagu-lagu instrumental. Sayangnya pada akhir masa hidupnya Sebastian Bach buta dan meninggal di Leipzig.

Musik Zaman Klasik

Setelah zaman Barok dan Rokoko berakhir, zaman klasik (1750-1820) muncul. Pada zaman ini, penggunaan dinamika menjadi semakin lembut, perubahan tempo dengan accelerando (semakin cepat) dan ritarteando (semakin lembut), dan pemakaian ornamentik dibatasi. Komposer terkenal di zaman klasik adalah Johann Christian Bach, Joseph Haydn, Wolfgang Amadeus Mozart, dan Ludwig van Beethoven.

Musik Zaman Romantik

Musik pada zaman romantik (1810-1900) sangat mementingkan perasaan yang subjektif. Musik mulai digunakan untuk mengungkapkan perasaan. Maka dari itu, penggunaan dinamika dan tempo makin banyak dipakai. Opera dan balet berkembang pada zaman ini. Komposer yang terkenal pada zaman ini adalah Ludwig van Beethoven dan Franz Schubert. Pada akhir zaman romantik, orkestra berkembangan sangat dramatis dan menjadi budaya kaum urban. Tumbuh juga aneka keragaman teater musik yang baru seperti operet, musik komedi, dan berbagai bentuk teater musikal lainnya.

Beberapa Artis Yang Punya Profesi Sampingan Menjadi Dj

Beberapa Artis Yang Punya Profesi Sampingan Menjadi Dj : Banyak artis tanah air yang berkecimpung di dunia bisnis. ( house musik )

Mulai dari bisnis kuliner kue kekinian hingga bisnis fashion.

Selain berkecimpung di dunia bisnis, ada pula sederet selebriti yang memilih menjadi Disc Jockey (DJ).

Mereka kerap tampil di berbagai club di Indonesia.

Siapa saja mereka?

Inilah 6 artis tanah air yang juga berprofesi sebagai DJ.

Al Ghazali

Bukan sudah rahasia lagi kalau putra sulung Maia Estianty ini berprofesi sebagai DJ.

Putra Ahmad Dhani mengawali karirnya di dunia musik dengan membentuk band bersama 2 saudaranya El Rumi dan Dul.

Kini Al Ghazali lebih sering tampil nge-DJ.

Ardina Rasti

Artis yang membintangi banyak judul FTV ini memang sudah jarang muncul di layar kaca.

Kini Ardina Rasti sibuk jadi DJ.

Kiki Amalia

Mantan istri Markus Horison ini memang sudah jarang tampil di layar kaca.

Sibuk nge-DJ Kiki lebih dikenal dengan nama DJ Kiam.

Dimaz Andrean

Aktor sinetron Dimaz Andrean juga telah lama tak wira-wiri di layar kaca.

Pernah membuat band tapi gagal, Dimaz kini sibuk jadi DJ.

Aurel Hermansyah

Aurel memang mewarisi bakat musik kedua orang tuanya.

Selain menyanyi, putri sulung Anang Hermansyah dan Krisdayanti ini memang mulai banyak show sebagai DJ.

Marcel Chandrawinata

Artis yang baru saja melepas masa lajangnya dengan Deasy Priscila ini ternyata juga berprofesi sebagai DJ.

Marcel bahkan berjanji tak akan mabuk demi diijinkan orangtuanya menjadi DJ.

Ingin Menjadi Dj Profesional

Ingin Menjadi Dj Profesional : Sebelum kamu memutuskan untuk menjadi seorang DJ, ada baiknya kamu membuat pertanyaan untuk diri kamu sendiri: ( house musik )

Profesi atau Hobi?

Profesi DJ di Indonesia memang sedang berkembang diiringi dengan banyaknya club-club malam dan meningkatnya kualitas musik anak negri kita.

Memang, untuk profesi DJ itu sendiri sudah ada sejak tahun 80-an di Indonesia tetapi dulu sangat identik dengan hal-hal yg negatif, namun seiring dengan waktu, rupanya bangsa kita pun smakin cerdas dan dapat menerima profesi ini sebagai profesi yg cukup diakui, sehingga bisa dibilang perkembangan saat ini sangatlah bagus dan cukup/sangat menjanjikan.

Seorang DJ tidak harus selalu ada di klub malam, bar, cafe atau lounge. Banyak alternatif tempat lain yang dapat memberikan lahan pekerjaan seperti: mall, acara ulang tahun, gathering, serta private-private party. Jadi, teruslah berlatih, pelajari teknik-teknik terbarunya, (jangan ragu untuk mencoba dan bereksperimen)  karena semakin banyak ilmu dan pengalaman yang kamu miliki, semakin banyak kesempatan kerja dan nominal yg didapatkan. tp Kalau kamu lebih memilih DJ sebagai hobi, itu lebih mudah karena tidak mengejar suatu materi jadi kapan dan dimanapun kamu bebas memainkan lagu-lagu yg kamu sukai. Just play for fun and enjoy it.

Motivasi

Hal ini menentukan keberhasilan dan kesuksesan para DJ pemula bila ingin meniti karir di profesi ini. Motivasi adalah kunci utamanya, karena bukan hal gampang untuk menjadi superstar DJ, butuh waktu bertahun-tahun dan perjuangan yang keras. (“So, keep practising dan bereksperimen”). Itu motto yang harus selalu dipegang oleh para DJ Pemula. Menjadi seorang DJ membutuhkan banyak waktu, tenaga, uang dan kesabaran serta ketekunan yang tinggi. Jika kamu tidak yakin dengan hal-hal tersebut sebaiknya ditunda sampai kamu benar-benar yakin dan siap. Banyak DJ pemula yang gagal karena terbentur permasalahan ini. Bila kamu sudah mulai bisa menjadi DJ, pertimbangkan untuk bekerja paruh waktu sebagai DJ freelance diacara ulang tahun atau gathering, tidak perlu acara yang besar-besar dulu coba dari kecil terlebih dahulu yang penting ada yang mendengarkan. Jangan lupa setelah selesai pertunjukan untuk menanyakan komentar para pendengar, terima semua kritik dan saran dengan hati besar. ( That’s what pro DJs always want to always learn and study) Evaluasi pengalaman kamu itu sebagai motivasi dan tolak ukur kemampuan nge-DJ kamu, dari situ kamu akan tahu dan belajar mengetahui mana yang terbaik dan mana yang tidak. Jika permainanmu sudah mulai bagus, tidak tertutup kemungkinan kamu bisa tampil di tempat yang lebih formal seperti club. Pengalaman sangatlah berharga. Jangan mudah menyerah dengan kritikan orang karena DJ-DJ top dunia pun pernah mengalami hal serupa sebelum mereka terkenal.

Perlengkapan Seorang Dj

Perlengkapan Seorang Dj : Perlengkapan analog akan memampukan Anda menjalani profesi DJ dalam cara yang paling tradisional, dengan mempelajari keahlian-keahlian DJ sesuai cara pengembangannya: menggoreskan stylus pada sebuah piringan vinyl. Anda harus mengumpulkan koleksi rekaman vinyl untuk bermain, sehingga cara ini mungkin agak mahal. ( house musik )

Perlengkapan digital membuat Anda bisa menjalani profesi DJ dengan lebih praktis, dan proses belajarnya akan jauh lebih singkat. Sebagai contoh, mempelajari teknik beat-match dan transisi, akan jauh lebih mudah dengan penghitung BPM dan sistem perangkat lunak.

Pertimbangkan membeli paket perangkat lunak untuk keperluan mixing. Serato Scratch atau Traktor adalah program-program berkualitas yang bisa membaca semua format musik dan memilih lagu melalui antarmuka program komputer. Pioneer dan Numark juga menawarkan berbagai produk yang mungkin ingin Anda pertimbangkan. [1]

Program-program ini akan memampukan Anda mengakses perpustakaan MP3 pada kandar keras (hard drive) Anda, untuk melengkapi pilihan CD serta piringan vinyl Anda. Sering kali, program-program ini menawarkan fungsi live looping dan scratching, delay dan reverberation, pengontrolan real-time, serta opsi-opsi video dan karaoke.

Ableton adalah sebuah program yang mengizinkan Anda untuk menyambungkan pengontrol mixing melalui kabel USB dan beroperasi dalam cara yang lebih klasik. Program ini bagus untuk pemula dan ramah untuk kantong.

Bersikaplah ekonomis. Jangan langsung berinvestasi dengan membeli perlengkapan yang mahal. Sebagian besar uang Anda harus dihabiskan untuk membeli turntable serta mixer. Lupakan benda-benda lainnya untuk sekarang. Dan, keluarkan uang dengan bijaksana – beli dek bekas dan mixer yang baru.

Mengenal Ragam Aliran Musik

Mengenal Ragam Aliran Musik : Genre Musik adalah pengelompokan musik sesuai dengan kemiripannya satu sama lain. Musik juga dapat dikelompokan sesuai dengan kriteria lain, misalnya geografi. Sebuah genre dapat didefinisikan oleh teknik musik, gaya, konteks, dan tema musik. ( house musik )

Alternative Rock

Alternative Rock adalah aliran musik rock yang muncul pada tahun 1980-an dan menjadi sangat populer di tahun 1990. Nama “alternatif” ditemukan pada tahun 1980 untuk mendeskripsikan band-band punk rock yang tidak sesuai dengan aliran punk rock pada masanya. Sebagai jenis musik yang spesifik, rock alternatif mempunyai sub-aliran yang bervariasi, dari musik indie yang bermulai pada tahun 1980 dan menjadi populer pada tahun 1990; seperti indie rock, grunge, gothic rock, dan college rock. Aliran-aliran tersebut terkonsolidasi dengan ciri khasnya masing-masing.

Walaupun aliran alternatif terhitung sebagai aliran rock, tapi beberapa sub-alirannya terpengaruh oleh musik rakyat, reggae, musik elektronik, dan jazz. Dalam periode tertentu, istilah rock alternatif digunakan untuk menyebut musik rock dari band underground pada tahun 1980an, punk rock (termasuk punk itu sendiri), dan untuk musik rock itu sendiri pada tahun 1990an dan 2000an.

Contoh Band yang menggunakan genre Alternative Rock: Nirvana

Blues

Blues adalah sebuah aliran musik vokal dan instrumental yang berasal dari Amerika Serikat (AS).

Musik blues berangkat dari musik-musik spiritual dan pujian yang muncul dari komunitas mantan budak-budak Afrika di AS. Penggunaan blue note dan penerapan pola call-and-response (di mana dua kalimat diucapkan/dinyanyikan oleh dua orang secara berurutan dan kalimat keduanya bisa dianggap sebagai “jawaban” bagi kalimat pertama) dalam musik dan lirik lagu-lagu blues adalah bukti asal usulnya yang berpangkal di Afrika Barat. Di era kini banyak Blues Lovers lahir. Mereka menyimak, belajar, menulis, memainkan, dan bikin album.

Musik blues mempunyai pengaruh yang besar terhadap musik populer Amerika dan Barat yang baru, seperti dapat terlihat dalam aliran ragtime, jazz, “blues rock”, “electric blues”, bluegrass, rhythm and blues, rock and roll, hip-hop, dan country, “reggae”, serta musik rock konvensional.

Contoh yang menggunakan genre Blues : (Alm)Ray Charles

Lagu-Lagu Favorit Diskoria Membuktikan Disko Belum Mati Di Indonesia

Lagu-Lagu Favorit Diskoria Membuktikan Disko Belum Mati Di Indonesia : Musik disko sekarang keren lagi gara-gara Diskoria. Beberapa bulan lalu, saya menyambangi sebuah bar di daerah Senopati, Jakarta Selatan dengan niat menonton kolaborasi Diskoria bersama musisi legendaris Indonesia, Fariz RM. Tidak lebih dari 15 menit masuk ruangan, saya harus bersusah payah keluar, perlahan-lahan melewati tembok manusia yang memenuhi setiap sudut (dan tengah) ruangan. Di dalam terlalu sesak dan panas, belum lagi penuh dengan asap rokok. Boro-boro mau nonton, Fariz RM cuman kelihatan ujung keytarnya doang. Di luar pintu, barisan pengunjung yang mengantri masuk turun memutar mengikuti bentuk tangga hingga ke luar gedung.  ( house musik )

Dalam beberapa tahun terakhir, Diskoria, duo DJ spesialis pembawa musik disko/pop/funk Indonesia lawas ini menjadi buah bibir pencinta musik lokal berkat kegigihan mereka membawakan musik yang mungkin sempat dipandang usang, kuno, atau tua. Kini, acara seperti “Suara Disko” telah menyambangi berbagai kota besar di Indonesia dan selalu penuh sesak dikunjungi puluhan hingga ratusan orang.

Lucunya, kedua punggawa Diskoria—Merdi Simanjuntak dan Fadli Aat—justru datang dari latar belakang musik yang lumayan jauh dari disko. Aat sempat bermain bass untuk band hardcore asal Jakarta, Step Forward, di pertengahan 90-an, sedangkan Merdi bermain di band jangly pop Sweaters yang aktif di awal 2000-an dan juga unit shoegaze, Sugarstar beberapa tahun kemudian. Kecintaan akan musik akhirnya mengantar mereka menggeluti berbagai genre yang berbeda.

“Aat itu udah mulai digging plat dari SD, dari 80’an,” ujar Merdi. “Dia gak pernah ngebatesin, dia mau dengerin apa aja,” tambahnya menjelaskan bagaimana Aat terpengaruh oleh kakaknya yang memang sempat bermain sebagai DJ musik disko dan music director radio kampus Trisakti.

“Gue dari main di band indie jadi eksplor kemana-mana, ke dream pop, post-punk sampe akhirnya gue nyampe ke disko, dance music dan pelajarin gimana musik itu dimaenin di klub,” kata Merdi yang memulai petualangannya ke dalam dunia musik disko di 2005 setelah kedua bandnya tidak lagi aktif.

Profil Dari Dj Putri Una

Profil Dari Dj Putri Una : Wanita yang memiliki nama lengkap Putri Una Thamrin ini tentu sudah tak asing lagi bagi kalian. Sebelumnya ia kerap tampil di acara musik pagi “Dahsyat” di salah satu stasiun televisi swasta tanah air pada tahun 2013-2014. ( house musik )

Keterampilannya dalam memainkan piringan hitam (vynil) dan mixing lagu membuatnya tak hanya terkenal di Indonesia melainkan juga di kancah internasional. Terbukti dari prestasinya yang pernah menempati posisi ke-29 DJ Wanita Terbaik di Dunia tahun 2015 versi DJAne Mag meskipun untuk tahun 2016 kemarin posisinya harus turun ke urutan 79.

Female DJ berdarah medan kelahiran 24 Oktober 1987 ini mengawali karirnya sebagai seorang presenter dari finalist ajang MTV VJ Hunt 2004 yang kemudian lanjut ke dunia modeling sebelum akhirnya menekuni profesi sebagai Disc Jockey.

Jam terbang yang padat tak hanya dari dalam negeri saja, DJ Una juga beberapa kali tampil di event manca negara lainnya. Ia pun memiliki basis fans yang menamakan diri mereka “UNALOVA” yang tersebar di beberapa negara lain selain Indonesia seperti Thailand, malaysia, Kamboja, Amerika Serikat, Inggris, dan yang lainnya.

Perlu sobat Deejay ketahui bahwa pada 9 Juli 2017 kemarin DJ Wanita kebanggan Indonesia ini telah menikah dengan kekasihnya yang bernama Irsan Ramadhan. Dan selama dua bulan belakangan ini dan bberapa waktu ke depan, kita harus bersabar untuk tidak melihat penampilan si DJ Cantik yang populer ini karena Putri Una sedang fokus untuk bisa mengurus suami tercintanya.

Funkot Yang Mulai Memudar

Funkot Yang Mulai Memudar : Ada yang bilang alasan kenapa Funkot mulai ditinggalkan karena musiknya udah ga jelas. Udah kebanyakan unsur dangdut. Memang sih di tahun 2000an muncul aliran Dangdut Koplo yang dimotori oleh musisi dangdut Pantura Jawa Timur. Dangdut Koplo ini merupakan mutasi dari Musik Dangdut setelah Era Dangdut Campursari yang bertambah kental irama tradisionalnya dan dengan ditambah dengan masuknya Unsur Seni Musik Kendang Kempul yang merupakan Seni Musik dari daerah Banyuwangi Jawa Timur dan irama tradisional lainya seperti Jaranan dan Gamelan. ( house musik )

Dengan kesuksesan Funkot memecagkan dance floor, nampaknya menginspirai musisi dangdut untuk memasukan unsur Funkot ke dangdut tertutama Koplo yang beat nya kenceng kayak Funkot. Di tahun 2006an, SMS, lagu dangdut yang mengadopsi gaya Funkot meledak dan menjadi fenomena. Selepas itu makin banyak lagu-lagu dangdut yang diaransemen dengan gaya Funkot seperti lagu Cinta Satu Malam yang juga jadi top hits. Kayaknya dari lagu SMS lah yang membuat sound khas Funkot merambah jalur mainstream yang tadinya boleh dibilang sebagai music underground yang dimainkan di club-club saja.

Namun kesuksesan lagu SMS atau Cinta Satu Malam membuat Funkot dimata orang awam menjadi identik dengan dangdut. Bahkan mereka menyebut Funkot sebagai musik Pantura.  Selain itu banyaknya remixer yang me-remix lagu-lagu pop Indonesia dan memasukkan unsur dangdut dipercaya beberapa DJ menjadi alasan lain kenapa Funkot mulai kehilangan kharisma dan secara sound dinilai gak asik lagi di mata para DJ dan club-club besar sekitaran Kota. Lambat laun kejayaan Funkot pun mulai memudar di dance floor club.

Meski Funkot udah mulai banyak ditinggalkan, namun genre baru yang boleh dibilang anak dari Funkot muncul. DJ dan anak dugem Kota biasanya nyebutnya dengan Breakbeat. Meski dinamain genre breakbeat tapi gaya musik breakbeat yang satu ini berbeda dengan breakbeat yang ada di luaran sana, makanya ada yang nyebut juga genre ini dengen sebutan Breakbeat Kota. Ada yang bilang Breakbeat Kota adalah Funkot yang dipelanin temponya karena secara pola beat hampir sama cuman temponya lebih pelan.

Ingar Bingar Kehidupan Malam Di Kota

Ingar Bingar Kehidupan Malam Di Kota : Kehidupan malam dan segala hingar bingar di dalamnya termasuk dugem seperti mendengar house musik tentunya selalu menjadi sebuah hal yang menarik untuk diperbincangkan. Apalagi di kota metropolitan seperti Jakarta, geliat kehidupan tak pernah surut meski terang sudah berganti gelap.

Tidak pernah ada habisnya jika kita membahas dunia malam di jantung ibu kota ini. Jakarta menawarkan banyak sekali tempat hiburan malam yang ramai dikunjungi oleh berbagai macam kalangan dengan beragam usia mulai dari mahasiswa sampai mereka pekerja kantoran, bahkan para pengunjung bisa berasal dari luar daerah Jakarta.

Kota ini merupakan kota yang tidak pernah tidur, 24 jam terus menerus menjalankan berbagai aktifitasnya, termasuk pekerjaan di tempat hiburan malam. Harus diakui wisata malam di Jakarta menjadi tempat atraksi yang memiliki banyak peminat, salah satu wisata malam tersebut adalah dugem.

Dugem merupakan “kegiatan” yang tidak pernah sepi peminat dari berbagai kalangan. Dugem bisa dikatakan sudah menjadi bagian dari gaya hidup dan menjadi konsumsi sebagian besar masyarakat yang disebut kehidupan malam di Jakarta.

Dugem biasanya dilakukan di berbagai tempat hiburan malam seperti bar, klub, diskotik yang dimulai dari malam hingga dini hari. Banyak hal yang dapat dinikmati oleh para party goers atau clubbers (sebutan untuk mereka yang senang menjelajah ke klub-klub malam). Musik yang dimainkan DJ, penampilan dancer, live music, penampilan para musisi hingga menikmati alkhohol dan ikut turun ke floor (lantai dansa) merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari aktivitas hiburan malam.

Tidak dapat dipungkiri, biaya yang harus dikeluarkan untuk dapat masuk ke tempat-tempat hiburan ini memang terbilang cukup mahal, namun tetap saja tempat seperti ini tidak pernah sepi pengunjung. Seseorang rela mengeluarkan uang cukup banyak dalam semalam untuk menikmati hiburan seperti ini, bagi mereka uang bukanlah perkara utama, yang terpenting mereka dapat merasakan nikmat dan kesenangan terbebas dari kepenatan sehari-hari.

Ada beberapa tempat dugem di Jakarta yang selalu ramai dikunjungi, tidak hanya di akhir pekan, namun di hari biasa pun tempat-tempat ini kerap tidak kehabisan pengunjung. Sebut saja: Exodus di Bilangan Kuningan city, Colosseum Club, Immigrant di Plaza Indonesia, Dragonfly di Graha BIP, X2 di bilangan Plaza Senayan, Blowfish di Wisma Mulia dan masih sangat banyak lagi.

Seperti yang telah disebutkan di atas, untuk dapat masuk dan menikmati berbagai sajian di dalamnya, Anda harus merogoh kocek yang tidak sedikit. Dan jika ditelusuri alasan mengapa seseorang rela menghabiskan waktu dan biaya untuk pergi mencari hiburan malam seperti ini, akan kita temukan beragam jawaban. Satu hal yang pasti, melepas penat, lelah dan mencari kesenangan adalah jawaban yang mendominasi sebagian besar pengunjung.