Stigma Negatif Yang Biasanya Dialami Dj Wanita

Stigma Negatif Yang Biasanya Dialami Dj Wanita : Saat ini, sebagian besar klub-klub mulai banyak meng-hire DJ perempuan karena tahu bahwa mereka adalah aset terbaik untuk menyedot lebih banyak pengunjung klub. Itu karena DJ perempuan pintar berdandan, dan tak pernah tampil membosankan. ( indowarehousedj.com )

DJ perempuan dianggap lebih baik dalam sinkronisasi diri dengan musik yang diputarnya. Mereka, (DJ perempuan, red) juga tidak malu menari dengan para clubbers.

Sementara Anita, yang dikenal dengan nama panggung DJ Anita Liang mengatakan, karena pengunjung klub lebih banyak didominasi laki-laki, “dan mereka semua ingin melihat wanita cantik,” kata DJ asal Semarang itu.

Kalau sudah begini, DJ perempuan lantas hanya dianggap sebagai pusat perhatian yang mengumbar sensualitas. Anita berpendapat, “Saya pikir wajar jika saya berdandan, karena saya perlu untuk terlihat bagus, karena saya menjadi pusat perhatian.”

Tak ayal, wanita dan dunia malam memang sudah terikat erat dengan stigma buruk. Narkoba, merokok, seks bebas. Anggapan miring itu tentu saja juga pernah menghampiri Devina, atau yang lebih dikenal dengan nama panggung DJ Delizious Devina.

Dia pun menepis stigma dunia malam identik dengan hal negatif, seperti akrab dengan narkotika dan obat-obatan berbahaya. Ia cukup membuktikan diri bahwa anggapan buruk orang terhadap dirinya adalah salah besar.

Terbukti, ia mampu menorehkan prestasi di dunia DJ dengan menyabet gelar Best Local DJ Performance Beat Magazine 2006 dan Best Female DJ Redma Awards 2009, serta sederet prestasi lainnya. Devina juga telah menghasilkan beberapa karya lagu dari hasilnya ‘nge-DJ’, yang bisa dinikmati di laman pribadinya, djdeliziousdevina.com.

Hal ini menjadi pembuktian buah dari konsistensi Devina dalam mengejar mimpinya di dunia DJ. Wajar saja, jika sekali manggung bayaran Devina mencapai jutaan rupiah. Bahkan untuk special event bisa sampai puluhan juta rupiah.

Sementara, rekan Devina yang juga pentolan Duo Ratu, Maia Estianty lebih memilih menjadikan dunia DJ sebagai hobi saja. “DJ itu* hanya hobi dan kalau ada yang menanggapi aku terima job-nya, aku juga berangkat bukan untuk mencari uang,” ujarnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *